Poems
Sabtu, 14 Januari 2012
Kamu Pergi
Kamu pria yang dingin, serius, to the point
Namun, aku merasa saat aku mengajakmu bicara,
Kamu tidak seperti itu,
Kamu membuatku penasaran,
Hingga aku tahu siapa kamu,
Namun sisi negative itu tak membuatku
Membencimu, aku memakluminya
Suatu hari, kamu pergi,
Ya, entah kemana
Seandainya kamu tahu,
Ada seseorang yang teriris hatinya karena kamu.
Kamu tak sadar, setiap tindakkanku itu hanya untuk kamu,
Ya, Cuma kamu,
Aku senang saat kamu mulai terbuka denganku,
Aku senang kamu mulai memanggilku duluan,
Aku senang dengan keberanianmu,
Namun kenapa, hal itu malah membuatku kehilanganmu?
Bukan Untukku
Kamu tahu, aku lahir disini
Tak menyadari keberadaan kamu
Hingga aku sekarang yakin, kamu sudah hadir
Namun kenapa kamu sepertinya bukan untukku
Aku memang tak bisa seperti ini terus,
Begitu aku yakin akan kamu,
Kamu lantas pergi.
Dunia seperti mempermainkanku
Apa pernah kamu tahu,
Kepergianmu itu
Meninggalkan bekas di hati ini?
Andai waktu yang berjalan bisa memberi tahumu
Tak Apa
Aku tidak apa saat tahu kamu sudah pergi
Itu tak masalah,
Saat aku bodoh, aku sudah menitik air mata untukmu
Sekarang air mataku takkan keluar lagi,
Kamu akan selalu begitu,
Datang dan pergi
Cukup, Kau mempermainkanku seperti ini,
Kadang aku ditinggikan,
Namun saat aku menoleh kebawah, kau langsung menjatuhkanku
Bagiku itu tak masalah, karena aku sadar
Siapa aku di matamu.
Senin, 18 Oktober 2010
Puisi Orisinil by Sherry Toyama Part12En
Puisi Orisinil by Sherry Toyama Part11
Minggu, 10 Oktober 2010
Puisi Orisinil by Sherry Toyama Part10
Selasa, 03 Agustus 2010
Puisi Orisinil by Sherry Toyama Part9
Ada Kamu…
Kita sudah lama tidak bertemu
Mungkin karena kita sudah hidup di dunia kita masing – masing
Aku sibuk bekerja, kamu sibuk dengan urusan yang lain
Dan kita sama – sama sulit menemukan waktu luang
Terkadang aku tidak menghiraukanmu
Namun kamu juga kadang tidak menghiraukan aku
Pastinya aku merasa sedih di kala kau berbuat begitu padaku
Hari ini, entah kenapa aku tiba – tiba ingin bertemu kamu
Hari – hariku sepertinya melelahkan sekali
Setiap hari aku harus tunduk pada pekerjaanku
Terkadang emosiku terpancing dan hawa kebencian merasukiku
Terlintas wajahmu,
Wajah bodohmu,
Lelucon konyolmu,
Gelak tawa mu di kala mood ku tidak bagus....
Aku rindu suasana itu….
Sangat rindu
Namun hanya teringat hal itu sejenak aku serasa di dekatmu…
Emosi, Kesal, Benci, Bad mood ku hilang seketika
Aku melihat kumpulan foto – foto kita di ponselku
Mungkin aku seperti orang bodoh tertawa sendiri..
Ya, kenangan yang berbekas pada foto – foto ini
Seolah – seolah menjadi obat paling manjur saat ini..
Kenangan akan kamu sangat berarti bagiku
Mungkin kamu tidak tahu seberapa pentingnya kehadiranmu bagiku
Aku harap suatu hari nanti kita bisa bersama lagi….